Download EBook Terbaru Gratis - Dengan gaya lirisnya yang khas, karya fenomenal Gibran ini menuturkan cinta yang dikekang oleh aturan masyarakat yang kejam. Buku Sayap-Sayap Patah ini seakan semakin mempertegas kepedulian Gibran pada kondisi kaum perempuan Timur yang menyedihkan, ketamakan dan kekayaan sebagai penghalang bagi kebahagiaan, serta kekuatan cinta yang melimpah ruah.
Akan sangat mudah bagi kita untuk menemukan kisah lain yang lebih rumit strukturnya dibanding Sayap-Sayap Patah. Di tangan Gibran kisah sederhana Sayap-Sayap Patah ini berhasil diramu menjadi sebuah mahakarya. Kelincahan Gibran dalam memilih dan merangkai kata serta mencipta metafora membuat karyanya selalu memiliki kekhasan yang sukar untuk dilupakan para pembacanya.
Wahai langit .... Tanyakan pada-Nya Mengapa Dia menciptakan sekeping hati ini .... Begitu rapuh dan mudah terluka .... Saat dihadapkan dengan duri-duri cinta Begitu kuat dan kokoh .... Saat berselimut cinta dan asa .... Mengapa Dia menciptakan rasa sayang dan rindu di dalam hati ini .... Mengisi kekosongan di dalamnya Menyisakan kegelisahan akan sosok sang kekasih Menimbulkan segudang tanya .... Menghimpun berjuta asa .... Memberikan semangat juga meninggalkan kepedihan yang tak terkira .... Mengapa Dia menciptakan kegelisahan dalam jiwa .... Menghimpit bayangan .... Menyesakkan dada .... Tak berdaya melawan gejolak yang menerpa .... Wahai ilalang .... Pernahkan kau merasakan rasa yang begitu menyiksa ini ? Mengapa kau hanya diam .... Katakan padaku .... Sebuah kata yang bisa meredam gejolak jiwa ini .... Sesuatu yang dibutuhkan raga ini .... Sebagai pengobat rasa sakit yang tak terkendali .... Desiran angin membuat berisik dirimu ....
Seolah ada sesuatu yang kau ucapkan padaku .... Aku tak tahu apa maksudmu .... Hanya menduga .... Bisikanmu mengatakan ada seseorang di balik bukit sana .... Menunggumu dengan setia .... Menghargai apa arti cinta .... Hati terjatuh dan terluka .... Merobek malam menoreh seribu duka .... Kukepakkan sayap - sayap patahku .... Mengikuti hembusan angin yang berlalu .... Menancapkan rindu .... Di sudut hati yang beku .... Dia retak, hancur bagai serpihan cermin .... Berserakan .... Sebelum hilang diterpa angin .... Sambil terduduk lemah Ku coba kembali mengais sisa hati .... Bercampur baur dengan debu .... Ingin ku rengkuh .... Ku gapai kepingan di sudut hati .... Hanya bayangan yang ku dapat .... Ia menghilang saat mentari turun dari peraduannya .... Tak sanggup kukepakkan kembali sayap ini .... Ia telah patah .... Tertusuk duri yang tajam .... Hanya bisa meratap .... Meringis .... Mencoba menggapai sebuah pegangan ....
Download [Klik Disini] atau [Klik Disini]




