Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sosok. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 Agustus 2012

Kumpulan Kisah Inspiratif Kick Andy : Berawal dari Ketidakjelasan Konsep

Kumpulan Kisah Inspiratif Kick Andy : Berawal dari Ketidakjelasan Konsep
Download EBook Terbaru Gratis - PADA mulanya Kick Andy hanya sebuah wacana dan kerinduan bos Metro TV Surya Paloh yang ingin mendayagunakan kemampuan Andy Noya untuk tampil seperti apa adanya di layar kaca.

Di mata Surya Paloh, Andy Noya yang suaranya biasa-biasa saja, bahkan cenderung cempreng, punya kemampuan luar biasa, terutama dalam menggali informasi yang "disembunyikan" narasumber.

Sebelum memandu Kick Andy, Andy Noya pernah memandu acara talk show Today's Dialogue. Saat memandu acara ini, para narasumber—umumnya para politikus dan pejabat—kerap dibuat tak berdaya saat harus menjawab pertanyaan-pertanyaan Andy yang selalu menukik pada sasaran yang jawabannya ditunggu-tunggu pemirsa. Kehadiran Andy dalam talk show ini seolah menjadi representasi dari publik itu sendiri.

Lazimnya politikus dan pejabat publik, saat dicerca dengan pertanyaan-pertanyaan dari Andy, mereka kerap berkelit atau berpikir beberapa saat sebelum memberikanjawaban. Dari mimik wajah sang politikus atau pejabat, pemirsa dengan gampang menyimpulkan mereka  berbohong atau sekadar basa-basi. jika narasumbernya berlaku seperti ini, kerap Andy mendiamkannya, sehingga lewat simbol gambar yang tertayang di layar kaca, pemirsa semakin mudah menerka seperti apa "kualitas" atau "moral" tokoh yang diwawancarai Andy Noya.

Gaya dalam mewawancarai para tokoh seperti itulah yang dilihat Surya Paloh sebagai kelebihan Andy Noya. Oleh sebab itulah Surya Paloh merasa perlu mendayagunakankemampuan Andy Noya bukan sekadar sebagai pemimpin redaksi saja, tapi juga pewawancara dalam acara talk show.

"Andy harus punya program acara sendiri, dan dia yang harus jadi bintangnya," cetus Surya Paloh di tahun 2000-an. Di benak Surya Paloh, Andy Noya harus bisa seperti Larry King (CNN) dan Jay Leno (CNBC) yang terkenal itu. Saat mewawancarai narasumber dengan beragam latar belakang, kedua tokoh tersebut punya karakter. Tajam dalam mengajukan pertanyaan, menukik dan mengena pada sasaran.

Surya Paloh sadar Andy memang tidak mungkin disamakan atau harus sama dengan Larry King dan Jay Leno. Namun, demikian kesimpulan Surya: "Andy memiliki talenta mewawancara orang dengan cara yang unik, jenaka, tajam tapi tidak menyakitkan, dan memiliki ciri tersendiri."

Terlena menangani Today's Dialogue dan kewajiban sebagai pemimpin redaksi, gagasan dan keinginan Surya Paloh belum bisa direspons oleh Andy Noya dan juga kawan-kawan. Lagi pula, di mata para profesional atau pekerja media yang bekerja di Media Group, Surya Paloh dikenal sebagai pemimpin yang suka meledak-ledak dalam mengeluarkan ide, dan cenderung dilebih-lebihkan. Sering malah ide itu diungkapkan sambil bergurau di kafe atau tempat-tempat santai.

Rupanya, kali ini Surya Paloh serius. Suatu hari, dia memanggil Andy Noya dan kawan-kawan dan mengingatkan kembali gagasan yang pernah ditawarkan kepada Andy. "Rupanya dia khawatir, talenta yang saya miliki bisa hilang jika tidak dipakai atau dilatih," ungkap Andy Noya suatu kali. Gagasan tersebut mendapat dukungan dari pimpinan Metro TV yang lain.

Persoalannya kemudian, bentuk acaranya seperti apa? Ada niat membuat program yang secara mentahmentah menjiplak talk show ala Larry King atau Jay Leno, tapi diurungkan, karena dinilai membosankan. Lagi pula hampir semua stasiun televisi punya program seperti itu.

Tim Metro TV pun dilibatkan untuk mewujudkan gagasan Surya Paloh, namun tetap harus memiliki karakter orisinal Metro TV. Dalam sebuah forum, Manajer PromosiMetro TV Adjie S. Soeratmadjie kemudian mengajukan konsep acara bernama Andy Noya Show. Konsep ini dia ajukan ke direksi Metro TV pada 27 Juli 2004 dengan format acara seperti yang sekarang ada di Kick Andy.

Belum terlalu sempurna, pencipta lagu "Indonesia Menangis" bersama Chossy Pratama itu kemudian mematangkan konsepnya dengan Andy Noya. Konsep ini selesai pada 20 Desember 2004 dan kembali diajukan ke direksi. Beres? Ternyata belum. "Gelap, sepertinya nggak jadi," ungkap Adjie.

Setelah mengendap selama setahun, barulah gagasan untuk menghadirkan Andy Noya Show muncul lagi. Namun Adjie mengaku belum pas dengan nama acara yang digagasnya (Andy Noya Show). Dia lalu mengusulkan nama itu diganti dengan Kickin' Andy. Tapi nama ini pun, menurut Adjie, belum juga "menjual". Lebih dari itu, dia tidak ingin nantinya dianggap meniru judul program TV asing Kickin' Byron. Singkat cerita, ketemulah nama Kick Andy.

Siapa nyana, acara ini sekarang menjadi salah satu ikon Metro TV dan digemari banyak pemirsa serta mengundang decak kagum banyak orang, meskipun menurutAdjie, masih banyak hal yang perlu disempurnakan.

Pada awalnya, Andy sempat menolak program Kick Andy dengan format seperti sekarang ini, sebab tidak jauh berbeda dengan acara Oprah Winfrey Show yang ada unsur hiburannya. Andy merasa dirinya tidak bisa menghibur dan bukan tipe orang yang suka menghibur seperti halnya Oprah. Dia lebih merasa sebagai jurnalis.

Setelah mempertimbangkan berbagai hal, "Saya akhirnya memutuskan untuk mencoba menerima konsep itu. Setelah membicarakan dengan tim Metro TV lain, Kick Andy akhirnya menggabungkan konsep Larry King dan Oprah. Nama Kick Andy yang dianggap agak sedikit 'nakal,'" kata Andy Noya, "akhirnya tetap dipertahankan."

Sesuai dengan karakter dan gaya Andy Noya saat memandu Today's Dialogue, Kick Andy memang harus nakal, nyentil, nyindir, jenaka, tajam namun tidak menyakitkannarasumber.

Berbeda dengan Today's Dialogue yang banyak memasuki wilayah politik, Kick Andy menyajikan topik-topik sosial, kesehatan, pendidikan, budaya dan masalah kemasyarakatan lainnya. Kick Andy dirancang untuk memberikan inspirasi bagi penonton. Misalnya mereka yang cacat tidak merasa terbatas dengan cacatnya, tidak merasa hidupnya hancur. Sebaliknya mereka malah justru berprestasi, sehingga memotivasi penonton untuk juga memiliki semangat hidup dan daya juang yang tinggi.

Misi ini jelas terlihat saat Kick Andy menampilkan tema penyakit stroke yang ditayangkan pada Kamis (5 Juli 2007). Pada episode ini Kick Andy menghadirkan narasumber penderita stroke, antara lain mantan penyiar Ebet Kadarusman yang pantang menyerah untuk melawan stroke yang dideritanya bertahun-tahun.

Pernah pula Kick Andy menampilkan seorang perempuan yang tangan dan kakinya tidak sempurna, namun dia tidak patah semangat dan justru meneruskan bakatnyamelukis. Setelah tampil di Kick Andy, terdengar kabar ia telah menikah dengan seorang pria Austria yang sempurna dan tampan.

Selain masalah sosial, ada pula topik yang mengetengahkan kekuatan cinta. Bersama Andy Noya di acara itu digambarkan seorang calon pilot yang mengalami kecelakaandan hampir seluruh bagian tubuhnya rusak, namun kekasihnya masih setia mendampingi hingga mereka menikah dan hidup bahagia sampai sekarang.

Maka bisa dipahami jika dari waktu ke waktu, Kick Andy semakin banyak digemari pemirsa. Program ini masuk dalam peringkat tertinggi pada dua puluh besar topprogram Metro TV. Dengan tetap mengedepankan semangat idealisme, program ini ternyata juga laku dijual, sponsor dan iklan lumayan banyak.

Program Kick Andy menempati rating tertinggi saat mengangkat topik Republik BBM, sebuah acara parodi sosial-politik yang pernah ditayangkan stasiun televisi Indosiar.Bahkan rating-nya mengalahkan berita gempa bumi yang waktu itu melanda Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Juga ketika Kick Andy mengulang secara lengkap wawancara eksklusif dengan dai kondang Aa Gym yang kontroversial. Secara umum rating yang tinggi dan terus meningkat menunjukkan Kick Andy semakin diterima dan melekat di hati penonton.
Download [Klik Disini]

Rabu, 27 Juni 2012

Kyai Haji Ahmad Dahlan : Sang Pencerah

Download Buku Terbaru, Terlengkap dan Gratis -
Kisah hidup dan perjuangan Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadyah diangkat ke layar lebar dengan judul Sang Pencerah. Tidak hanya menceritakan tentang sejarah kisah Ahmad Dahlan, film ini juga bercerita tentang perjuangan dan semangat patriotisme anak muda dalam merepresentasikan pemikiran-pemikirannya yang dianggap bertentangan dengan pemahaman agama dan budaya pada masa itu, dengan latar belakang suasana Kebangkitan Nasional. Berikut adalah beberapa Pesan, Nasehat dan Wasiat KH. Ahmad Dahlan :

Minggu, 05 Februari 2012

50 Tokoh Politik Legendaris Dunia - Achmad Munif


Ukuran : 16 x 24 cm
Tebal : 208 hlm
ISBN : 979-168-032-9
Cetakan : ke-2, 2007
Buku "50 Tokoh Politik Legendaris Dunia" ditulis oleh Achmad Munif. Diterbitkan pertama kali oleh Penerbit Narasi Yogyakarta. Cetakan Kedua, 2007. Terdiri atas 208 halaman.
Buku ini memuat kisah tokoh politik dunia yaitu :

Tokoh-tokoh Islam yang berpengaruh abad 20 - Herry Mohammad

Buku ini berisikan biografi 52 orang tokoh Islam yang menurut penulisnya (Herry Mohammad, dkk.) mempunyai pengaruh terbesar dalam membangun peradaban yang berdasarkan konsepsi Qur’ani dan Hadisi di abad 20. Dua puluh dua diantaranya berasal atau berkiprah di Indonesia, sedangkan 30 lainnya berasal atau berkiprah di berbagai belahan dunia lain, baik Timur maupun Barat. Mereka dipilih berdasarkan kontribusi pada berbagai bidang dari sosial-budaya hingga sosial-politik.

Rabu, 01 Februari 2012

100 Tokoh Yang Mengubah Indonesia (Ed. Revisi) - Tim Narasi

"100 Tokoh yang Mengubah Indonesia" adalah sebuah judul buku biografi singkat seratus tokoh paling berpengaruh dalah sejarah Indonesia di abad 20.
Buku tersebut disusun oleh Floriberta Aning S. Penerbit NARASI Yogyakarta. Cetakan Ketiga, September 2007.Inilah daftar 100 Tokoh yang mengubah Indonesia :

01. <Abdul Haris Nasution
02. <Abdul Qahhar Mudzakkar
03. <Abdurrahman Wahid
04. <Adam Malik
05. <Adnan Buyung Nasution
06. <Affandi
07. <Agus Salim
08. <Achmad Bakrie
09. <Ahmad Dahlan
10. <Ali Moertopo
11. <Ali Sadikin
12. <Amien Rais
13. <B.J. Habibie
14. <Bing Slamet
15. <Bung Tomo
16. <Cephas
17. <Chairil Anwar
18. <Clifford Geertz
19. <D.N. Aidit
20. <Daud Beureuh
21. <Dewi Sartika
22. Djoko Soetono
23. <Goenawan Mohamad
24. <H.B. Jassin
25. <H.O.S. Tjokroaminoto
26. <HAMKA
27. <Hasyim Asy'ari
28. <Hendricus Sneevliet
29. <Ibnu Sutowo
30. <Idjon Djanbi
31. <Ismail Marzuki
32. <Iwan Fals
33. <Jakob Oetama
34. <Kartosoewirjo
35. <Kasman Singodimedjo
36. <Kho Ping Hoo
37. <Ki Bagus Hadikusumo
38. <Ki Hadjar Dewantara
39. <Kusbini
40. <L.B. Moerdani
41. <Liem Seng Tee
42. <Liem Sioe Liong
43. <Megawati Soekarnoputri
44. <Mochtar Kusumaatmadja
45. <Mohammad Hatta
46. <Mohammad Natsir
47. <Mohammad Roem
48. <Mohammad Yamin
49. <Munir
50. Muso
51. Notonagoro
52. <Nurcholish Madjid
53. <Oei Tiong Ham
54. <Oerip Soemohardjo
55. <Pater Beek
56. <Pramoedya Ananta Toer
57. <R.A. Kartini
58. <Rhoma Irama
59. <Rudy Hartono
60. <Sartono Kartodirdjo
61. <Sedyatmo
62. <Semaun
63. <Sjafruddin Prawiranegara
64. <Snouck Hurgronje
65. <Soe Hoek Gie
66. <Soedirman
67. <Soedjatmoko
68. <Soedjojono
69. <Soeharto
70. <Soekarno
71. <Soepomo
72. <Soeprijadi
73. <Soetomo
74. <Sri Sultan Hamengku Buwono IX
75. <Sumitro Djojohadikusumo
76. <Sukarni
77. <Surya Wonowijoyo
78. <Sutan Sjahrir
79. <Sutan Takdir Alisjahbana
80. <Suwandi
81. <Tan Malaka
82. <Teguh Srimulat
83. <Thayeb Mohammad Gobel
84. <Tirto Adhisoerjo
85. <Tjipto Mangoenkoesoemo
86. <Tjoet Nyak Dien
87. <Tjokorda Raka Sukawati
88. <Tony Koeswoyo
89. <Usmar Ismail
90. <Van Deventer
91. <Van Ophuysen
92. <Van Vollenhoven
93. <W.R. Soepratman
94. <W.S. Rendra
95. <Wahid Hasyim
96. <Wahidin Sudirohusodo
97. <Widjojo Nitisastro
98. <William Soerjadjaja
99. Wirjono Prodjodikoro
100.<Yap Thiam Hien
Judul 100 Tokoh Yang Mengubah Indonesia (Ed. Revisi)
Penulis Tim Narasi
Penerbit Penerbit Narasi
ISBN 9791681538, 9789791681537

Baca Buku [Klik Disini]

Heroes of Freedom and Humanity (Kisaha Para Pahlawan Kebebasan dan Kemanusiaan) - Tim Narasi

Perjuangan dan pengorbanan. Keduanya kerap terpatri dalam jiwa manusia yang memang sedang menggapai sebuah cita. Kadang, niat baik seseorang untuk membela orang lain bisa dianggap pemberontakan bagi sekelompok lainnya.
Hal itu dialami oleh Che Guevara yang menginginkan liberalisasi Kuba dari diktator militer dan campur tangan Amerika yang hobi mengintervensi kondisi politik dalam negeri. Demi idealismenya, ia rela dipotong tangannya dan merelakan nyawanya.
Terus, masih ada 9 tokoh besar lainnya yang bisa kamu telaah sepak terjang mereka dalam memperjuangkan masalah-masalah kemanusiaan dan mewujudkan kedamaian yang didambakan bagi rakyatnya.

Natsir : Politik Santun di Antara Dua Rezim - Tim Seri Buku TEMPO

Bangsa Indonesia tidak boleh melupakan tokoh yang satu ini: Mohammad Natsir. Natsir adalah satu dari sedikit tokoh Islam di masa awal republik yang tak gagap akan gagasan demokrasi, hak asasi manusia, dan supremasi hukum.
Ia dikenal santun, sederhana, toleran, serta teguh dalam memperjuangkan Republik Indonesia. Karena itu, seabrek atribut disematkan kepadanya, mulai dari cendekiawan, pejuang, politisi, ulama, maupun negarawan.
Bagi umat Islam, Natsir merupakan prototipe tokoh kebangkitan Islam Indonesia yang fenomenanya setara dengan Sayyid Quthub dari Ikhwanul Muslimun atau pun Abul A’la Al- Maududi dari Jama’at Al-Islami.
Lantaran itu, dunia Islam pun mengakui peran dan pemikirannya. Buku berjudul Natsir: Politik Santun di antara Dua Rezim ini penting dibaca lantaran menguraikan fakta-fakta sejarah perjuangan Natsir yang sangat mencintai Indonesia.

Aidit Dua Wajah Dipa Nusantara - Seri Buku Tempo

Dipa Nusantara Aidit yang lebih dikenal dengan DN Aidit (lahir di Tanjung Pandan, Belitung, 30 Juli 1923 – meninggal di Boyolali, Jawa Tengah, 22 November 1965 pada umur 42 tahun) adalah Ketua Komite Sentral Partai Komunis Indonesia (CC-PKI). Ia dilahirkan dengan nama Achmad Aidit di Belitung, dan dipanggil "Amat" oleh orang-orang yang akrab dengannya. Di masa kecilnya, Aidit mendapatkan pendidikan Belanda. Ayahnya, Abdullah Aidit, ikut serta memimpin gerakan pemuda di Belitung dalam melawan kekuasaan kolonial Belanda, dan setelah merdeka sempat menjadi anggota DPR (Sementara) mewakili rakyat Belitung. Abdullah Aidit juga pernah mendirikan sebuah perkumpulan keagamaan, "Nurul Islam", yang berorientasi kepada Muhammadiyah.

Minggu, 29 Januari 2012

11 Macan Asia musuh Amerika - Amir Hendarsah, Pratiwi Utami, Amir Hendarsah

Siapa bilang keadidayaan Amerika itu sejati? Amerika-yang selama ini tenar sebagai negara adikuasa- tak ubahnya seperti Goliath. Ya, raksasa Goliath dalam kisah (Daud) "David dan Goliath". Sosok yang merasa paling kuat sejagad, hobi membawa gada dan meluluhlantakkan siapa yang menetangnya dengan sekali sabetan, semena-mena juga maruk kuasa. Tetapi, siapa pun tahu, sejarah berkata lain. Raksasa Goliath-meskipun kuat-dapat dikalahkan oleh Daud (David). Kekuatan dan keperkasaan Goliath terbukti tidak absolut. Goliath ditumbangkan Daud (David) yang kecil dan tak sepadan dengannya.
Jika adagium ‘sejarah akan berulang' itu benar, maka yang disampaikan dalam pengantar buku ini bukan sekadar omong doang. Kedigdayaan Amerika hanyalah mitos! Amerika yang diidentikkan dengan Raja Goliath, akan mengalami kejatuhan karena digulingkan oleh Daud-daud (Davis-david) yang lain. Siapa Daud (David) yang dimaksud? Siapa yang bisa di gadang-gadang untuk bisa mereduksi kesuperpoweran Amerika?
Amir Hendarsah, dalam 11 Macan Asia Musuh Amerika mencoba mengangkat profil-profil negara yang dianggap berperan sebagai Daud (David) kecil. Negara-negara ini-meskipun kecil dan terlihat tak punya daya- menyimpan segudang potensi untuk meruntuhkan kekuasaan negara Paman Sam yang telah mengakar kuat di pelosok jagad. Ada Vietnam, Korea Utara, dan Jepang. Mereka-negara-negara kecil Asia ini-dalam catatan sejarah berhasil membuat angkatan bersenjata Amerika kebat-kebit dalam perang-perang di Asia. Masih di kawasan Asia, Republik Rakyat China-yang kekuatan angkatan bersenjatanya berada di urutan ke-3 dunia-menjadi potensi ancaman yang sangat besar bagi Amerika. Ada Irak-yang meski berhasil diduduki Amerika-telah menjadi ‘kerikil dalam sepatu' karena selama puluhan tahun menolak tunduk atas tekanan Amerika.
Apa ajian dan senjata yang dimiliki negara-negara kecil ini untuk head to head melawan Amerika? Buku ini secara ringkas mengupasnya. Ketika angkatan bersenjata Amerika mempunyai persenjataan canggih seperti pesawat tempur, tank, mobil peluncur roket, maka gudang amunisi Daud-Daud kecil ini juga mempunyai hal yang sama. Meski dari segi kuantitas dan kualitas senjata berbeda, para Daud (David) kecil ini memiliki beberapa hal yang ditakuti Amerika. Irak dalam panduan Ahmadinejad tetap nekat melanjutkan proyek uraniumnya. Kemudian ada Mahathir Mohammad dengan partai UMNOnya yang getol mengkiritk Ekonomi kapitalisme ala Amerika. Dengan sepihak membatalkan pembelian senjata dari Amerika dan memilih beralih ke Rusia. Hal-hal seperti ini sukses membuat negara yang dipimpin Bush Jr. kebakaran jenggot karena memilih tak sejalan dengan kebijakan Amerika. Tak lupa, Ir. Sukarno-proklamator kita- juga dihadirkan. Perlawanan Bung Karno menolak sistem imperialisme ekonomi telah memunculkan kabar burung bahwa CIA ikut andil dalam peralihan kekuasaan orla-orba.
Meski hanya diceritakan secara ringkas, buku ini dapat mengingatkan kembali aksi dan kiprah para tokoh besar Asia yang berani menetang kebijakan Amerika. Meski belum semua tokoh Asia-yang di black list Amerika- diulas dalam pemaparannya, Amir Hendarsah telah menyajikan satu khazanah melengkapi bacaan-bacaan kita. Buku ini tak hanya perlu dibaca oleh penyuka buku politik, namun, pelajar juga. Guna melengkapi cakrawala memandang sejarah dunia.
Peresensi:
Rr. Hani P.N
Mahasiswa FISIPOL UGM, pecinta buku, pegiat di FOSMA ESQ Jogja.
Judul 11 Macan Asia musuh Amerika
Penulis Amir Hendarsah, Pratiwi Utami, Amir Hendarsah
Penerbit Galangpress Group, 2007
ISBN 9792399194, 9789792399196
Tebal 206 halaman
Baca Buku [Klik Disini]

Tan Malaka : Gerakan Kiri Dan Revolusi Indonesia Volume 1 - Harry A. Poeze

Tan Malaka atau Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka (lahir di Nagari Pandam Gadang, Suliki, Sumatera Barat, 19 Februari 1896 – meninggal di Desa Selopanggung, Kediri, Jawa Timur, 16 April 1949 pada umur 53 tahun[1]) adalah seorang aktivis pejuang nasionalis Indonesia, seorang pemimpin sosialis, dan politisi yang mendirikan Partai Murba. Pejuang yang militan, radikal dan revolusioner ini banyak melahirkan pemikiran-pemikiran yang berbobot dan berperan besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dengan perjuangan yang gigih maka ia dikenal sebagai tokoh revolusioner yang legendaris.
Dia kukuh mengkritik terhadap pemerintah kolonial Hindia-Belanda maupun pemerintahan republik di bawah Soekarno pasca-revolusi kemerdekaan Indonesia. Walaupun berpandangan sosialis, ia juga sering terlibat konflik dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Tan Malaka menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam pembuangan di luar Indonesia, dan secara tak henti-hentinya terancam dengan penahanan oleh penguasa Belanda dan sekutu-sekutu mereka. Walaupun secara jelas disingkirkan, Tan Malaka dapat memainkan peran intelektual penting dalam membangun jaringan gerakan sosialis internasional untuk gerakan anti penjajahan di Asia Tenggara. Ia dinyatakan sebagai "Pahlawan revolusi nasional" melalui ketetapan parlemen dalam sebuah undang-undang tahun 1963.[rujukan?]

Minggu, 15 Januari 2012

Biografi Muhammad bin Hasan al-Syaibani (132-189 H )

Muhammad bin Hasan asy-Syaibani (wasit, 131 H/748 M.-189 H/804), ahli fikih dan tokoh ketiga madzhab Hanafi yang berperan besar dalam mengembangkan dan menulis pandangan Imam Abu Hanifah. Nama lengkapnya adalah Abu Abdillah Muhammad bin al-Hasan bin Farqad asy-Saybani). Lahir di Wasit, Damaskus (Syuriah) dan besar di Kufah dan menimbah ilmu di Baghdad.
Pendidikannya berawal di rumah dibawah bimbingan langsung dari ayahnya, seorang ahli fikih di zamannya. Pada usia belia, asy-Syaibani telah menghafal al-Qur’an. Pada usia 19 tahun, ia belajar kepada Imam Abu Hanifah. Kemudian ia belajar kepada Imam Abu Yusuf, murid Imam Abu Hanifah. Dari kedua Imam inilah asy-Syaibani memahami fikih madzhab Hanafi dan tumbuh menjadi pendukung utama madhab tersebut. asy-Syaibani sendiri dikemudian hari banyak menulis pelajaran yang pernah diberikan Imam Abu Hanifah kepadanya.
Ia belajar hadits dan ilmu hadits kepada Sufyan as-Tsauri dan Abdurrrahman al-Auza’i. Di samping itu, ketika berusia 30 tahun, ia mengunjungi Madinah dan berguru kepada Imam Malik yang mempunyai latar belakang sebagai ulama ahlul hadits. Berguru kepada ulama di atas memberikan nuansa baru dalam pemikiran fikihnya. Asy-Syaibani menjadi tahu lebih banyak tentang hadits yang selama ini luput dari pengamatan Imam Abu Hanifah.

Jumat, 13 Januari 2012

Prof. Dr. Muhammad Mustafa al-A’zami – Ulama Pembela Eksistensi Hadits

Spesialis penakluk tesis kaum orientalis. Predikat itu tepat disematkan pada sosok Prof. Dr. Muhammad Mustafa al-A’zami, 73 tahun, guru besar ilmu hadis Universitas King Saud, Riyadh, Arab Saudi. Popularitas A’zami mungkin tidak setenar Dr. Yusuf Qardlawi dan ulama fatwa (mufti) lainnya. Namun kontribusi ilmiahnya sungguh spektakuler.

Sumbangan penting A’zami terutama dalam ilmu hadis. Disertasinya di Universitas Cambridge, Inggris, ”Studies in Early Hadith Literature” (1966), secara akademik mampu meruntuhkan pengaruh kuat dua orientalis Yahudi, Ignaz Goldziher (1850-1921) dan Joseph Schacht (1902-1969), tentang hadist. Riset Goldziher (1890) berkesimpulan bahwa kebenaran hadis sebagai ucapan Nabi Muhammad SAW tidak terbukti secara ilmiah. Hadis hanyalah bikinan umat Islam abad kedua Hijriah.